Air Bisa Hasilkan Energi Terbarukan


Hari Air Dunia 2014 mengusung tema “Water and Energy”. Menurut Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, tema tersebut adalah bentuk keprihatinan bahwa kondisi ini telah membuat ketersediaan air semakin menipis dan langka.

Menurut Hermanto Dardak, tema Air dan Energi lebih ditekankan bagimana fungsi air dalam menghasilkan energy terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air. Di Indonesia  sendiri, lanjutnya, pemanfaatan energy dari air sudah dilakukan sejak lama.

“Saat ini pemanfaatan energy di seluruh Indonesia baru 4.000 megawatt (MW) dari air (hydropower). Paling tidak sekitar 75.000 MW menjadi potensi energi terbarukan. Energy bersih akan menjadi sasaran pemerintah kita agar masyarakat bisa meraskan tenaga listrik dari air,” jelas Hermanto saat membuka Pameran Hari Air Dunia XXII Tahun 2014

Dilanjutkan Hermanto, energy terbarukan lain adalah energy biofood dari nabati dan biofuel. Konsekuensinya, energi tersebut akan meningkatkan  kebutuhan akan air. Untuk itu perlu adanya upaya yang integratif dan kelanjutan dalam pengelolaan sumber daya air.

Adapun penyebab utama peningkatan kebutuhan adalah pertumbuhan ekonomi Negara-negara ekonomi baru dan pertumbuhan penduduk. Hal ini yakni perubahan gaya hidup, perubahan iklim dan pola konsumsi merupakan faktor dominan terciptanya krisis pemenuhan air dan energy di massa mendatang.

Upaya alternatif  untuk mengantisipasi kelangakan air dalam kakitanya dengan upaya produksi tanaman penghasil bahan bakar nabatii adalah dengan merelokasi sebagian perkebunan/pertanian dari kawasan hulu ke hilir dengan disertai analisis kesesuaian lahan.

Di tahun 2014, PBB mendesak perusahaan penghasil energy berperan aktif dalam pengendalian pemanfaatan air dalam berbagai kegiatan. Mulai dari proses pendinginan pada pembangkit listrik menggunakan batu bara hingga pemanfaatan air irigasi untuk perkebunan yang dikembangkan sebagai penghasil bahan bakar nabati (BBN).

Sebagai ilustrasi, Indonesia mempunyai lahan sawit dengan luas mencapai 9 juta hektar yang berpotensi memproduksi biodiesel 5,6 juta kilo liter per tahun. Luas lahan perkebunan kelapa mencapai 3,8 juta hektare  memiliki potensi biofuel sebanyak 450 ribu kilo meter. Lahan tebu seluas 430 ribu hectare memiliki potensi 411 ribu kilo liter biofuel.  Total lahan sagu 1,2 juta hectare dengan potensi biofuel sebanyak 750.000 kilo liter.

“Sebetulnya dari hydropower saja bisa memenuhi kebutuhan 75.000 MW potensi energy terbarukan, dibandingkan dengan sekarang 4.000 MW secara nasional. Ini tentunya tantangan bagaimana memanajemen penatan ruang mana yang boleh dibangun dan ruang mana yang tidak boleh dibangun, itu yang paling efesien dan tertib untuk dilaksanakan.” Ujar Hermanto.

Dikatakan, Indonesia adalah Negara kelima yang memiliki sumber daya air terbesar di dunia, tetapi tidak menutup kemungkinan bakal menghadapi krisis air jika tidak mampu melakukan pengelolaan dengan baik.

“Ketahanan pangan suatu Negara sangat bergantung dari budidaya pertanaman dan efesiensi penggunaan air sehingga dibutuhkan infrastruktur  yang mendukung terjaminnya kelestarian air untuk kebutuhan pangan,” katanya. * MAM 224 Th14



Last Updated ( Tuesday, 10 February 2015 03:52 )