Rabu, 01 Maret 2017
Pelantikan Direktur Umum & Direktur Air Limbah PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Byu   
Sabtu, 12 November 2016 07:11


Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memiliki dua direktur baru untuk periode 2016-2019, yakni Direktur Umum yang dijabat oleh Trisna Gumilar, ST.MM dan Direktur Air Limbah yang dijabat oleh Ir. Novera Deliyasma MT. Keduanya dilantik oleh Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil di Kantor PDAM Tirtawening Kota Bandung, Jalan Badak Singa No. 10 Bandung, Jumat, (11/11/2016).

Jabatan tersebut merupakan hasil seleksi terbuka secara nasional yang dilakukan oleh Panitia Seleksi Calon Direksi PDAM Tirtawening Kota Bandung. Setelah melalui seleksi yang ketat, kedua direktur yang berasal dari jajaran PDAM Tirtawening ini terpilih berdasarkan nilai tertinggi. “(Keputusan) ini hasil dari seleksi nasional transparan, diseleksi oleh sekitar 6 penguji dan terpilih ternyata datang dari lingkungan PDAM sendiri.

Jadi alhamdulillah berarti kaderisasi sangat baik dan memang bersaing. Tidak ada macem-macem. Memang kualitasnya ketika wawancara juga baik,” ucap Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil usai pelantikan. Pada posisi sebelumnya, Trisna Gumilar menjabat sebagai Kepala Bagian Pencatat Meter. Sedangkan Novera Deliyasma menjabat sebagai Kepala Pelayanan Wilayah Timur di PDAM Tirtawening Kota Bandung.

Wali Kota pun mengucapkan terima kasih kepada pejabat Direktur Air Limbah sebelumnya, Boy Tagajagawani. “Tentunya saya mengucapkan terima kasih juga kepada Direktur Air Limbah yang terdahulu, Pak Boy, yang sudah melaksanakan kinerjanya dengan baik, dilanjutkan dengan dua direksi baru ini,” ucap Ridwan.

Kepada pejabat yang baru dilantik, Wali Kota Bandung menitipkan agar pelayanan PDAM Tirtawening Kota Bandung semakin ditingkatkan. Selain itu, ia menginginkan agar pegawai PDAM Tirtawening Kota Bandung harus lebih disiplin sehingga mampu mewujudkan pelayanan dengan prinsip zero complain sebagaimana yang dijanjikan para direktur pada saat wawancara.

Ridwan Kamil juga menekankan agar pengelolaan air limbah bisa menjadi salah satu sumber pendapatan utama di samping air minum. “Sekarang (air limbah) ini masih dinomorduakan. Nanti satu akses minum ke satu rumah berbarengan dengan satu akses air limbah sebagai satu paket pelayanan. Itu yang menjadi target,” ujar Ridwan. Ia lantas mendorong agar para direktur dapat berinovasi dalam berkinerja. Salah satunya adalah dengan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengupayakan agar pelayanan PDAM Tirtawening Kota Bandung semakin meluas di masyarakat Kota Bandung.

Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi berharap agar para direktur yang baru dapat mengimplementasikan gagasan-gagasan yang dipresentasikan di saat wawancara. “Mimpi-mimpi yang pernah dia tawarkan dalam proposal fit and proper test bukan hanya sekadar mimpi. Nanti harus diwujudkan dan diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari,” ujar Sonny.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 12 November 2016 07:53
 
Amankan Aset PDAM Tirtawening Teken MOU dengan Kejati Jabar PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Byu   
Senin, 07 November 2016 02:49

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung menjalin kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Jawab Barat dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Naskah kesepahaman ditandatangani kedua belah pihak di D'palm Sundanese Restaurant Jl. Lombok No.45 Kota Bandung, kamis (3/11/2016).

Pada kesempatan itu, Walikota Bandung M. Ridwan Kamil turut menyaksikan prosesi tersebut. Kerjasama ini dilakukan dalam upaya prevektif dalam menyelesaikan berbagai masalah, terutama terlkait hukum, di lingkungan PDAM Tirtawening.

Ridwan kamil menuturkan permasalahan PDAM sangat kompleks dan lintas wilayah. Salah satunya adalah dalam penataan aset PDAM yang letaknya tidak hanya diKota Bandung tetapi juga diwilayah Kabupaten Bandung. Maka, perlu koordinasi tidak hanya dengan kejaksaan Tinggi di Jawa Barat.

"Kami menyadari bahwa PDAM ini masalahnya kompleks. Banyak aset milik Pemkot Bandung dari jaman Belanda belum tertib administrasinya. Kami banyak mendapat gugatan aset. Ada 53 gugatan setahun. Dan itu semuanya aset negara,"papar Ridwan. Menurutnya ini merupakan bagian dari perbaikan sistem. Ia telah mengintruksikan jajarannya agar segera meminta bantuan jika menghadapi masalah diluar batas kewenangannya.

"Banyak orang yang menyiasati sistem. Tapi kita, negara, tidak boleh kalah. Jika menemui kendala, segera cari upaya bantuan," ucap Ridwan.

Kedepannya, pihak kejaksaan akan menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan upaya hukum.

" Dinas-dinas yang membutuhkan bantuan sudah saya perintahkan untuk mendekati pihak kejaksaan agar tidak minta bantuan diakhir proses sehingga lebih baik preventif daripada mengobati, " kata Ridwan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Setia Untung Arimuladi mengatakan, banyak kegiatan dari PDAM yang meminta bantuan penagihan tunggakan PDAM dari masyarakat dan pihak tertentu.

"(Kerja sama) ini kedepannya akan lebih intensif. Sehingga setidaknya akan memberikan dampak peningkatan pada Pemasukan Asli Daerah yang berasal dari pemasukan PDAM," ujar Setia.

Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sonny salimi menambahkan, kerjasama ini akan memberikan rasa nyaman kepada PDAM Tirtawening dalam melaksanakan kinerja. "Masalah aset ini banyak PR-nya (pekerjaan rumah-red). Dengan kerja sama ini akan menambah energi dan menambah keyakinan kami tentang segala sesuatu yang urusannya dengan Tata Usaha Negara. Tentunya kita upayakan dengan lebih baik, terutama terkait masalah hukum, " jelas Sonny.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 12 November 2016 07:44
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL